Kamis, 24 Februari 2011

maaf, kamu bangsat (cinta)




kuterpuruk, terjatuh dari tingginya harapanku
kumenangis, tertusuk hatiku oleh tajamnya keputusanmu
terperih, menahan segala memori manisnya cinta hari itu
lukaku dalam, dukaku panjang, persetan dengan nasihat
terkoyakku karenamu, maaf, kamu bangsat


kau ludahi penuh emosi ketulusanku mengiringi hari-harimu
kau bakar rasa itu dengan api tidak bertuan
airmata tak terhenti, tidak ada pilihan, lagi-lagi hanya nasihat
kucoba untuk tidak terbawa, tapi, maaf, kamu bangsat


kucoba sudahi tangis ini, sakit tak terbendung masih terasa berarti
sudah, harapan itu hanya cerita seperti serigala tanpa kawan
tuhan, maaf saya lancang, kenapa hati ringkih ini yang harus membayar
tubuh ini siap dengan caci-Mu, siap dengan cambuk-Mu


tapi tidak dengan hati ini, maaf tuhan, keputusanmu kemudahanmu berucap
doaku dalam airmata ini terbesit bingkai tidak kembali hampa berdebu



11 agustus 2010

*picture from: http://eiffelithiumagnicto.tumblr.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar