hari ini, senja tadi, saya melihat seorang pria paruh baya, terlihat gagah dan sehat. menuruni sebuah angkutan kota, tercatat dalam ingatan saya, beliau seorang penyandang cacat, tidak memiliki kedua belah tangan. tapi apa yang saya lihat? beliau membawa tas besar yang saya yakini itu barang dagangan. alangkah hebatnya beliau, mengaitkan tas besar tersebut ke salah satu pundaknya dan memiringkan badan ke arah berlawanan dengan maksud menjaga agar tidak terjatuh tas tersebut, terlihat berat di mata saya, tapi mata beliau berbicara,"tenang ini sudah biasa", biasa bekerja keras, biasa berpeluh keringat, biasa tidak menyerah. beliau tampak tidak seperti penyandang cacat buat saya, dengan keterbatasan yang beliau punya, beliau tidak lantas menjadi seorang peminta yang mengasihani dirinya sendiri, tidak seperti kebanyakan yang sepertinya.
beliau tidak memberikan alasan kepada dirinya sendiri untuk mengeluhkan kondisinya beliau, tidak sedikit beliau terlihat sulit untuk beraktifitas seperti membayar angkutan umum yang sudah beliau naiki, beliau membayar dengan uang yang di jepitnya di mulut. hebat sekali beliau, saya masih belum mengerti bagaimana beliau mengeluarkan uang tersebut???. tapi tidak sedikit manusia yang masih segar bugar, tegap, tidak cacat, tapi pemikirannya yang tampaknya cacat, seperti mengasihani dirinya sendiri, bersandiwara seperti tidak punya kemampuan untuk bekerja, selalu memiliki alasan untuk mengasihani dirinya sendiri, meminta belas kasih dari orang lain, berperilaku, berdandan seolah2 dia mempunyai kekurangan anggota tubuh, maksud saya? hey! kasihan untuk manusia di luar sana yang benar2 membutuhkan uluran tangan dermawan.
berhentilah bermalas2an, mengasihani diri sendiri, beralasan tak mampu, berhenti bersandiwara! untuk kalian yang sehat wal afiat, mampu berdiri tegap, tidak ada alasan lagi untuk mengeluh. lawan setiap keterbatasan dan perbesar segala kemungkinan.
untuk beliau yang hebat, pekerja keras tanpa huruf "M". Menyerah! terima kasih atas pelajaran yang tidak langsung kau ajarkan, tapi kau tunjukan. terima kasih banyak "beliau yang hebat"
delapan desember dua ribu sepuluh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar