Minggu, 30 Januari 2011

gelisah belakangan ini


aku masih saja terjebak di luka lama yang tidak kunjung usai
masih saja aku merindukannya, masih saja aku dibayangi olehnya
masih saja aku sendu mendengar namanya bergema
masih pula aku bertanya apa salahku?

aku marah bukan karena sudah memanjakannya
aku kecewa tidak karena banyak berkorban untuknya
aku hanya masih bertanya-tanya dimana kesalahanku?

dia berhasil membuatku merasa terbuang
tidak diperlukan, terludahi, teracuhkan, semacam itulah
sangat sukses untuk tidak membendung airmataku

ini aku, pria yang pernah dia percaya untuk mengisi waktu bersamanya
yang pernah dia percaya untuk melindungi hari-harinya
aku pria yang pernah dia kasihi setiap detik detak nadinya
fakta hari ini, aku seorang pria yang tidak mengerti cinta dan rasa itu apa

janji hanya tinggal janji. kenyataanpun masih samar bermimpi
sesal terbesit sepintas, karena rasa kita yang meracuni ini
tidak berguna, teryata kecewa pada akhir dan alasan terakhir
berdampak tertutup, terkunci tak ingin di huni macam apapun. cukup, aku ingin sendiri

doa terpanjat yang baik untuk dia sudah lantang terucap
munafik. memang, apalagi yang bisa aku lakukan. hampir mustahil
mujizat dari zat terbesar adalah harapan tunggal

aku tahu dan mengerti yang terjadi. kenapa tercium seperti sampah
tidak berguna juga menghujat berdasar perasaan yg telah berlalu
nafas tersengal, lelah dan nyatanya sedih







tiga poeloeh-djanuari-doea riboe sebelas

*soundtrack: still virgin-hate to miss someone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar