Minggu, 16 Januari 2011

paragraf untuk dia


kukejar harapan itu, tidak peduli sesulit apa sampai kulelah berlari
kurasakan hujan disini, nyaman, tidak terfikir untuk kembali

dirimupun tidak peduli akan gelisah yang menerpaku, apa aku salah
Kumelangkahkan kakiku yang kaku, menuju jalan bergejolak, iya ke sebelah sana

Tertahan badanku tertarik dunia semu penuh tuts, aku kecewa
Langkahku lalu lelah, kucoba menghampiri dinginnya lorong itu, iya disana

Aku terhenti disini, sebuah pembatas bersinar bertuliskan harapan
akupun terdiam, duduk tersunyi tidak dapat melewatinya, kenapa menahanku begitu jauh

Sudahlah..., aku rebahkan sejenak harapan itu, kutunggu mentari yang hangat menyentuhku
kunikmati percikan hujan dan embun terakhir, hanya untuk kamu... sayang...

inilah aku...



-191109-
SudutKeheningan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar